Manchester - Drama transfer Carlos Tevez terus berlanjut.
Kali ini ‘Carlitos’ menolak tawaran dari Paris Saint-Germain,
satu-satunya klub yang mampu memenuhi permintaan klub pemilik,
Manchester City.
Sejak menolak dimainkan pada laga
Oktober lalu, pelatih City, Roberto Mancini, memastikan karir Tevez
tamat. Kini sudah tiga bulan penyerang timnas Argentina itu tak
dimainkan.
Sejauh ini, ada tiga klub yang berminat merekrut Tevez.
Dua tim dari Italia, AC Milan dan Inter Milan, serta satu lagi Paris
Saint-Germain, dari Prancis. Namun berdasarkan skala, Milan menjadi
favorit utama Tevez.
Masalahnya, Milan hanya bersedia meminjam
Tevez hingga akhir musim ini dan baru membelinya secara permanen di
akhir musim nanti, jika penampilannya memuaskan. Skenario ini ditolak
City, yang sepertinya memang sudah muak betul dengan pemainnya itu.
Kedua,
Tevez cukup berminat dengan Inter, karena klub tersebut masih berada di
Italia, salah satu liga yang ingin ia rasakan ketangguhannya. Inter
sendiri telah mengajukan tawaran sebesar 20 juta pound, namun masih
kurang lima juta pound dari bandrol yang dipasang Manchester City.
Ketiga,
ada Paris Saint-Germain, yang menjadi klub kaya setelah dibeli kelompok
perusahaan asal Timur Tengah. Tak tanggung-tanggung, mereka menawarkan
31 juta pound (Rp 429 miliar) untuk Manchester City dan gaji senilai 10
juta pound (Rp 138 miliar) per tahun untuk Tevez, ditambah bonus
penandatanganan kontrak sebesar 8,3 juta pound.
City jelas
menerima dengan tangan terbuka tawaran tersebut, namun tidak demikian
halnya dengan Tevez. “Kami tidak bisa mencapai kesepakatan degnan Tevez,
mungkin tidak akan pernah,” ungkap direktur teknik PSG, Leonardo.
Dengan
demikian, peluang Milan dan Inter tetap terbuka. Tevez sempat
menyatakan bahwa dirinya bersedia mendapat gaji lebih rendah jika klub
melepasnya ke kota Milan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar