Lebak - Perjuangan generasi muda Indonesia untuk mengenyam
pendidikan dengan meniti jembatan rusak di Lebak, Banten, ternyata
mengundang keprihatinan kapten Manchester City, Vincent Kompany.
Jembatan
gantung di kabupaten Lebak, Banten, sangat memprihatinkan. Keadaannya
hancur di satu sisi, sehingga orang yang akan melintasinya harus meniti
di atas seutas tambang dengan kedua tangan berpegangan pada pegangan
jembatan yang masih tersisa.
“Indonesia, anak-anak mempertaruhkan
nyawanya di atas ‘jembatan’ yang hancur untuk menuju sekolah,” demikian
celoteh bek timnas Belgia itu pada akun twitter yang telah diverifikasi oleh Twitter sebagai akun asli.
Tanda
kutip diberikan Kompany pada kata jembatan, mungkin karena ia tak
pernah melihat bentuk jembatan yang sudah hancur seperti itu sepanjang
hidupnya.
Di belahan Nusantara lainnya, sejumlah generasi muda
Indonesia harus mengarungi sungai dan berjalan berkilo-kilo meter untuk
mencapai sekolah. Namun di Ibukota, wakil rakyat membuang Rp 2 miliar
untuk merenovasi toilet dan Rp 20 miliar untuk merenovasi ruang rapat
dalam Gedung Dewan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar