Jumat, 27 Januari 2012

Kalah dari Persiwa, Sriwijaya FC Bidik Persipura

Wamena - Setelah kalah dari Persiwa Wamena, Sriwijaya FC (SFC) fokus pada pertandingan menghadapi Persipura Jayapura. SFC tidak mau larut dalam kekalahan di stadion pendidikan Wamena selasa (24/1/2012) lalu.

Bertandang ke kandang Persiwa Wamena, Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan tuan rumah. Laskar Wong Kito kalah tipis 0-1 atas Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan, Selasa malam.

Skuad Sriwijaya FC tak mau berlama-lama merenungi kekalahan ini. Armada Laskar Wong Kito langsung fokus menghadapi laga lebih berat yakni lawan Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Sabtu (28/1/2012).

Pada laga kemarin, Sriwijaya FC tertinggal lewat gol tunggal Pieter Rumaropen di menit 47. Meski demikian, perjuangan Sriwijaya patut mendapat apresiasi. Pasalnya, melawan Persiwa Keith Kayamba Gumbs Cs tidak turun dengan kekuatan terbaiknya.

Tercatat ada lima pemain pilar yang tidak diturunkan yakni Thierry Gathuessi dan Lim Joon Sik, yang absen akibat akumulasi kartu kuning. Serta Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, dan Ponaryo Astaman.

”Kami sudah memberikan hasil yang terbaik dan mampu mengimbangi permainan Persiwa. Sayang kami kecolongan pada awal babak kedua akibat konsentrasi yang minim. Meski begitu, anak-anak sudah bermain baik dan patut mendapat pujian,” kata pelatih SFC Kas Hartadi usai pertandingan.

Menghadapi Persiwa, Laskar Wong Kito memang tidak turun dengan komposisi terbaiknya. Pada babak pertama, Sriwijaya menerapkan pola bertahan 4-5-1. Kuartet lini belakang diisi Nova Arianto, Ahmad Markus Bahtiar, Septia Hadi, dan Supardi Nasir. Sementara posisi kiper dipercayakan kepada Rifky Deyton Mokodompit.

Di lini tengah, Sriwijaya menumpuk lima gelandang sekaligus yakni Syamsul Chaeruddin, Ahmad Jufrianto, Hilton Moreira, Rahmat Rivai, dan M Ridwan. Sementara Kayamba dibiarkan di lini depan. Pada babak kedua, Sriwijaya hanya memasukkan Firman Utina dan Siswanto menggantikan Rivai dan Hilton.

Pada laga ini, empat pemain SFC mendapat kartu kuning yakni Supardi, Nova Arianto, Hilton, dan Kayamba. Tapi, berdasarkan rilis PT Liga Indonesia kartu kuning Kayamba tidak tercantum.

Kekalahan ini membuat SFC tergeser dari puncak klasemen sementara ISL. Persipura yang menang dengan skor 3-1 atas Persiram Raja Ampat mengumpulkan 20 poin dari 9 pertandingan atau unggul satu poin dari Sriwijaya FC yang mengemas 19 poin dari 9 kali pertandingan. Sementara itu Persiwa menyodok ke peringkat tiga dengan raihan 17 poin dari 9 pertandingan.

“Tidak ada yang perlu disalahkan karena pemain sudah berjuang semaksimal mungkin di lapangan. Tapi, hasil berkata lain. Saya sudah meminta anak-anak melupakan kekalahan dan fokus lawan Persipura,” kata Kas.

Ya, kekalahan ini praktis belum bisa menghapus mitos buruk Sriwijaya di Wamena. Pasalnya, Sriwijaya memiliki rekor buruk selalu kalah setiap bertanding di Stadion Pendidikan. Parahnya, Sriwijaya tidak pernah bisa mencetak gol di Wamena pada pentas ISL.

Musim lalu, Keith Kayamba Gumbs dan kawan kawan menyerah 2-0, lewat gol Ferdinand Sinaga dan Erick Weeks Lewis. Pada ISL (29/11/2010), Sriwijaya kembali takluk dengan skor besar 3-0. Tiga gol kemenangan Persiwa dicetak Erick Weeks Lewis, tendangan penalty Edison Pieter Romaropen, serta gol Boakay Eddi Foday. Sementara di pentas ISL 2009, Laskar Wong Kito menyerah dengan skor 2-0.

“Lawan Persipura kami yakin bisa curi poin karena kami akan turun dengan kekuatan terbaik. Saya optimis kekalahan ini tidak menciutkan nyali pemain, malahan semakin memacu motivasi mereka untuk tampil lebih baik lagi,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar