Jakarta - Hari Kamis sore (26/1/12), ketua umum FPP Dwi Irianto menyambangi kantor PSSI untuk menyerahkan dokumen hasil Prakongres KPSI. Keinginan itu gagal karena pengurus PSSI tidak ada di tempat.
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) sudah menggelar Prakongres pada akhir pekan lalu dan menghasilkan beberapa poin keputusan penting yang akan disampaikan ke PSSI jelang Kongres Tahunan PSSI, 18 Maret 2012, mendatang.
Karena itu, Dwi Irianto bermaksud memberikan hasil poin tersebut kepada PSSI dengan mendatangi langsung induk organisasi sepakbola Indonesia itu. Namun niatan untuk bertemu Sekretaris Jendral PSSI, Tri Goestoro, terpaksa batal setelah kedatangan mereka tidak disambut oleh pengurus PSSI.
"Kami hanya mau menyerahkan (hasil keputusan prakongres KPSI) saja, tadi habis pertemuan dengan FPP, karena memang ada poin yang ingin disampaikan. Ini hanya penyampaian sikap kami," papar Dwi didepan wartawan sebelum masuk kantor PSSI.
Surat itu sendiri, jelas Dwi, hanya menginginkan PSSI untuk mengakui pemilik suara resmi dalam Kongres PSSI mendatang.
"Dalam surat ini kami hanya memberitahukan PSSI bahwa voters sah dalam Kongres PSSI tercantum di pasal 23 Statuta PSSI. Disitukan jelas siapa pemilik suara, 18 klub ISL (Indonesia Super League) bukan IPL atau klub-klub kasta tertinggi," jelasnya.
Selain itu kami meminta PSSI untuk menggunakan daftar pemilik suara yang sama dengan di Kongres Solo 9 Juli 2010 lalu. Dan kalau ternyata ini tidak dilaksanakan, bisa dibilang ini merupakan pelanggaran berat."
"Dan menyangkut tengat waktu, kami akan berikan 3 X 24 jam untuk memberikan tanggapan secara tertulis," imbuh Dwi.
Setelah melakukan pembicaraan dengan wartawan di lobi kantor PSSI, akhirnya Dwi ditemani oleh ketua Pengprov Jawa tengah, Djohar Lin Eng, dan Muhammad Iqbal Ruray, masuk menuju kantor PSSI untuk bertemu sekjen. Namun rencana pemberian surat itu terpaksa batal setelah Tri Goestoro tidak ada di tempat.
Menanggapi hal tersebut, Dwi menjelaskan bahwa ia akan kembali Jumat besok (27/1/2012) untuk menyerahkan surat tersebut.
"Yah kalau tidak ada hari ini kita akan balik lagi besok. Dan untuk tengat waktu yang kita undur, kan mungkin baru diterima besok. Jangan terlalu kaku lah inikan urusan bal-balan (sepakbola) jadi ngapain serius-serius, Mas," seloroh Dwi sambil tersenyum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar