Madrid - Real Madrid sudah mencetak 107
gol di La Liga sekaligus menyamai rekor 22 tahun lalu. Dengan
produktivitas tinggi seperti ini, Jose Mourinho boleh jadi mulai bisa
menghilangkan cap 'sepakbola membosankan' pada dirinya.
Tiga gol
yang dicetak ke gawang Sporting Gijon, Minggu (15/4/2012) dinihari WIB
adalah penyebabnya. Kini dari 33 laga yang sudah dilalui 'Si Putih',
mereka unggul 11 gol dari Barcelona yang punya 96 gol.
Rinciannya
adalah Madrid menggelontorkan 63 gol di kandang dan 44 gol saat
tandang. Penyumbang terbesar gol-gol itu tentu Cristiano Ronaldo dengan
41 gol, lalu disusul Gonzalo Higuain (21 gol) dan Karim Benzema (18
gol).
Jika ditotal dengan Liga Champions (32 gol) dan Copa Del
Rey/Super Spanyol (18 gol), maka musim mereka sudah bikin 161 gol.
Khusus di La Liga, 107 gol itu menyamai perolehan Madrid di bawah arahan
John Toshack musim 1989/1990 yang menuntaskan musim dengan jumlah gol
sama.
Dengan La Liga menyisakan lima pekan lagi, jumlah gol
Madrid di La Liga pun akan terus bertambah. Musim lalu Madrid total
mengoleksi 148 gol di seluruh kompetisi resmi.
Total selama dua
musim ditangani Mourinho Madrid sudah menciptakan 308 gol! Sebuah
pencapaian fenomenal mengingat Mourinho lekat dengan cap "sepakbola
pragmatis nan membosankan" yang mengutamakan kemenangan daripada bermain
indah.
Cap yang ia dapatkan saat meraih sukses di Chelsea dan juga Inter Milan. Terlebih saat meraih treble winners bersama Nerazzurri, Mourinho dikritik habis-habisan karena permainan super defensifnya.
"Rekor
itu adalah hasil dari kerja keras seluruh pemain yang telah memberikan
segalanya dan pantas menjadi juara. Bagi mereka yang mengatakan bahwa
Mou (Jose Mourinho) adalah pelatih defensif, Anda harus melihat
statistik itu," cetus asisten pelatih Madrid, Aitor Karanka, usai laga
kontra Gijon seperti dilansir AFP.
Jadi masih mau bilang Mourinho itu pelatih pragmatis? Itu semua kembali lagi kepada Anda sebagai penikmat sepakbola.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar