Persiba Balikpapan mewaspadai kebangkitan PSAP Sigli. Tim asal Aceh
itu dinilai telah menemukan bentuk permainannya meski masih bercokol di
papan bawah.
Laskar Aneuk Nangroe berpotensi menjadi batu
sandungan. Untuk itu, Persiba meminta kepada seluruh pemainnya agar tak
meremehkan kekuatan tim promosi tersebut pada pertandingan yang
dimainkan Kamis 2 Februari 2012 di Stadion Kuta Asan.
Manajer
Persiba, Jamal Al Rasyid menganggap Sigli mampu beradaptasi cepat dengan
iklim sepakbola kasta tertinggi. Sempat jeblok di awal kompetisi, namun
belakangan permainan PSAP mulai konsisten.
Persib Bandung dibuat keteteran. Itu membuktikan kekuatan Sigli sudah lebih baik.
“Semua
tim yang masuk kompetisi ISL adalah tim yang kuat meskipun mereka
memiliki persiapan yang terbilang mepet. Apalagi sudah jelas, sepakbola
tidak bisa diperhitungkan secara matematis, segalanya bisa saja terjadi.
Karena itu siapa pun lawan yang kita hadapi, harus tetap konsentrasi,”
ungkap Jamal.
Jamal melanjutkan, dalam lanjutan Liga Super
Indonesia (ISL) 2011/2012, tentunya tuan rumah PSAP tak mau kecolongan.
Terlebih, mereka baru saja menahan imbang tuan rumah Arema. Itu menjadi
modal PSAP untuk menghadapi kekuatan Persiba. Ledakan semangat itu yang
amat diwaspadai Jamal.
“Semangat PSAP itulah yang harus kita
waspadai. Bukan hanya berhasil menahan Arema, tapi PSAP pun pernah
menahan imbang Persib Bandung. Itu suatu bukti bahwa tim asal Aceh ini
tidak mudah dikalahkan, terlebih di hadapan publiknya,” tutur Jamal.
Jamal
melanjutkan, pasukannya berada dalam kondisi siap tempur. Usai dua
kemenangan di kandang, Persiba sangat bersemangat menunggu pertandingan.
Dia berharap, semangat para pemainnya itu ditunjukkan lewat permainan
yang kolektif di lapangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar