Jakarta - Inter Milan sepertinya tidak akan merasakan
kekuatan sepak bola Indonesia sepenuhnya, setelah menyatakan tidak ingin
bermain dengan pemain-pemain Indonesia Super League (ISL).Inter Milan akan menggelar ‘FC Internazionale Indonesia tour 2012’
pada bulan Mei mendatang. Diego Milito dkk akan bertarung dua kali.
Pada tanggal 24 Mei melawan Liga Selection, kumpulan pemain terbaik
Indonesian Premier League (IPL), dan melawan Indonesia Selection,
gabungan pemain antara timnas senior dan timnas U-23 Indonesia.
Sayangnya,
nama seperti Bambang Pamungkas, Boaz Solossa, Titus Bonai, Patrich
Wanggai, Firman Utina, M. Nasuha dan sejumlah pemain lain yang merumput
di ISL tidak bisa memperkuat satupun dari kedua tim yang akan melawan
‘Nerazzurri’, kisruh sepak bola nasional menjadi alasannya.
Situasi
sepak bola nasional memang masih panas. Kompetisi terpecah menjadi IPL
dan ISL, yang pertama diakui PSSI sebagai organisasi sepak bola nasional
dan anggota FIFA, yang kedua tidak diakui oleh PSSI. Karenanya, menurut
PSSI, pemain-pemain di ISL juga tidak sah menurut FIFA.
Bulan
Maret nanti PSSI juga akan menggelar kongres tahunan. Beberapa
memrediksi kongres ini bakal membuat situasi semakin panas karena
sebagian anggota PSSI berniat melengserkan ketua umum. Jika situasi
memanas, terbuka kemungkinan PSSI dijatuhi sanksi pembekuan oleh FIFA,
yang bisa membatalkan kedatangan Inter.
"Jangan berpikir ke
masalah kisruh sepakbola nasional, pikirkan Internya. Kalau tidak akan
mempersulit kita sendiri," ujar Entong saat seminar manajemen sepak bola
bersama CEO Inter Milan, Ernesto Paolillo, di Hotel Mulia, Senayan,
Jakarta, Selasa (31/1/12).
"Memang saya pernah membicarakan
kemungkinan pada Maret itu. Tapi ini peluang dimana salah satu klub top
Eropa, bahkan dunia akan ke Indonesia. Jadi marilah berharap Maret nanti
tidak ada sanksi," imbuhnya.
Karena alasan itulah, pihak promotor
memilih jalur aman dengan hanya memainkan pemain-pemain dari IPL, yang
diakui PSSI. Keputusan ini didasarkan pada permintaan klub tamu itu
sendiri.
"Yang pasti, Inter memberi syarat bahwa pertandingan
nanti harus sesuai dengan organisasi yang diakui FIFA. Intinya Inter
menginginkan organisasi yang terlibat adalah yang diakui FIFA. Terpaksa
dikatakan bahwa para pemain yang tidak diakui FIFA tidak bisa terlibat
dalam laga itu," tutup Entong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar