Milan - Boleh dibilang
proses adaptasi Ricky Alvarez pada sepakbola Italia dan khususnya Inter
Milan sedikit terlambat. Tapi begitu ia mulai "unjuk gigi" seperti saat
ini, Alvarez terlihat menjanjikan potensi besar bagi Nerazzurri.
Alvarez
adalah pendatang baru di Seri A saat Inter memboyongnya dari klub
Argentina, Velez Sarsfield, dengan banderol 11,75 juta euro. Dengan
talentanya yang dinilai ciamik di usia yang baru menginjak 23 tahun, La
Beneamata tentu berharap Alvarez dapat meraih sukses.
Tapi
pengalaman pertama Alvarez bersama Inter tidaklah berjalan mulus.
Seiring dengan performa buruk Inter di awal musim serta taktik Gian
Piero Gasperini yang dinilai "tak jelas", Alvarez pun kesulitan untuk
menunjukkan performa sebenarnya.
Barulah saat tongkat kepelatihan
pindah ke tangan Claudio Ranieri, Alvarez perlahan mulai bisa menemukan
ritme permainannya. Ditambah cedera yang dialami Wesley Sneijder,
Alvarez punya kesempatan besar untuk tampil di tim inti.
Ia tampil apik kala dipercaya Ranieri sebagai trequartista dan mulai bisa nyetel dengan Il Biscione. Hingga kini pemain berkaki kidal itu sudah tampil 16 kali di seluruh kompetisi dan menyumbang dua gol serta empat assist.
"Usai
periode yang sangat sulit, perasaan positif itu datang saat melawan
Juve. Tapi segalanya berubah ketika melawan Cagliari 19 November lalu.
Saya baru saja datang dari tugas membelar Argentina tapi saya hanya jadi
penonton," tutur Alvarez dalam wawancara dengan La Gazetta dello Sport.
"Namun
dalam pemanasan Sneijder cedera, jadi Coutinho menjadi starter dan saya
berada di bench. Di babak kedua, gol pertama datang dari free-kick saya
dan lalu saya membuat assist untuk gol kedua dari Coutinho," sambung
Alvarez mengenai titik balik kariernya di musim pertamanya bersama Inter
itu.
Lebih lanjut Alvarez menyebut sosok Ranieri adalah kunci
yang membawanya bisa beradaptasi kini dengan sepakbola Eropa dan
tentunya Inter. Alvarez pun lantas menjanjikan penampilan lebih baik ke
depannya.
"Ranieri banyak membantu proses perkembangan saya di
sini. Si tuan itu adalah motivator hebat dan tahu segalanya soal
sepakbola. Dia sudah memberi kami banyak konsep yang bisa membuat kami
tampil baik, tapi juga kami harus lebih agresif karena tanpa itu kami
tidak bisa apa-apa," tukasnya.
"Saya ingin tampil sebaik mungkin
bersama Inter. Anda belum melihat Ricky yang sebenarnya. Saya butuh
meningkatkan seluruh aspek dalam permainan saya. Khususnya dalam soal
kecepatan usai kami merebut bola," tutup Alvarez.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar