Penarol – Setelah diejek berperangai buruk oleh Diego
Maradona, legenda Brasil Pele melancarkan serangan balasan. Menurutnya,
legenda Argentina tersebut adalah pengagumnya.Puluhan
tahun setelah masing-masing pemain terbaik dalam sejarah sepak bola
dunia ini gantung sepatu, persaingan diantara keduanya terus berlanjut
dengan saling klaim mengenai kehebatan masing-masing.
Keduanya
saling menyindir melalui media, saling menjatuhkan. Namun karenanya,
mereka justru terlihat seperti sepasang sahabat yang memperhatikan satu
sama lain.
Baru-baru ini Maradona menyindir legenda Brasil tersebut saat menyerang calon legenda Brasil selanjutnya, Neymar. Menurut El Diego, perangai Neymar sama buruknya seperti Pele.
Sindiran
ini dilontarkan Maradona setelah Pele mempertanyakan kehebatan Messi
untuk bisa disejajarkan dengan pemain legendaris dunia lainnya.
Seperti dilansir Goal.com, Pele,
yang membawa Brasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali sejak usia
17 tahun, membalas, sembari tertawa, “Sejujurnya, Maradona mencintai
saya, ia mengagumi saya.”
“Apapun yang bisa saya lakukan untuk
membantu Maradona, saya akan lakukan. Saya mendengar berita dimana ia
mengatakan hal ini. Anda lihat sendiri kan, kini ia bahkan khawatir
dengan Neymar, betul kan?” ujar sang legenda sambil kembali tertawa.
“Saya
sudah katakan ini selama 500 ribu kali. Apapun yang bisa saya lakukan
untuk membantu Maradona, saya akan lakukan. Saya sudah muncul di program
televisinya, datang di (pertandingan) perpisahannya, mengadakan even
untuk mendukungnya. (Intinya) saya mengagumi Maradona,” Pele menegaskan.
Pele
kemudian berbicara mengenai final Copa Libertadores yang akan dijalani
mantan klubnya, Santos, melawan Penarol. Ini adalah ulangan final 1962,
dimana Pele melewatkan dua leg partai puncak tersebut.
Namun ia
masih berkesempatan tampil pada partai tersebut di tempat netral,
setelah dalam dua leg kedua tim masih tetap bermain imbang. Ia berhasil
mencetak dua gol dari kemenangan Santos 3-0, sekaligus merebut trofi
tersebut untuk pertama kalinya.
“Saya sangat gugup,” ujarnya
mengenang partai tersebut. “Tidak hanya saat di tempat latihan, beberapa
jam sebelum final 1962, saya juga sangat gugup. Namun saat itu, saya
masih lebih tenang (dibandingkan menantikan final sekarang).”
Meski mengakui bahwa Santos akan mengalami tekanan, namun Pele yakin klub raksasa Brasil tersebut akan muncul sebagai pemenang.
“Ini akan menjadi laga sulit, Penarol adalah tim tangguh, tetapi saya yakin Santos lebih siap menang,” tandas Pele.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar