Senin, 30 Januari 2012

Pele: Maradona adalah Pengagum Saya

Penarol – Setelah diejek berperangai buruk oleh Diego Maradona, legenda Brasil Pele melancarkan serangan balasan. Menurutnya, legenda Argentina tersebut adalah pengagumnya.Puluhan tahun setelah masing-masing pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia ini gantung sepatu, persaingan diantara keduanya terus berlanjut dengan saling klaim mengenai kehebatan masing-masing.
Keduanya saling menyindir melalui media, saling menjatuhkan. Namun karenanya, mereka justru terlihat seperti sepasang sahabat yang memperhatikan satu sama lain.
Baru-baru ini Maradona menyindir legenda Brasil tersebut saat menyerang calon legenda Brasil selanjutnya, Neymar. Menurut El Diego, perangai Neymar sama buruknya seperti Pele.
Sindiran ini dilontarkan Maradona setelah Pele mempertanyakan kehebatan Messi untuk bisa disejajarkan dengan pemain legendaris dunia lainnya.
Seperti dilansir Goal.com, Pele, yang membawa Brasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali sejak usia 17 tahun, membalas, sembari tertawa, “Sejujurnya, Maradona mencintai saya, ia mengagumi saya.”
“Apapun yang bisa saya lakukan untuk membantu Maradona, saya akan lakukan. Saya mendengar berita dimana ia mengatakan hal ini. Anda lihat sendiri kan, kini ia bahkan khawatir dengan Neymar, betul kan?” ujar sang legenda sambil kembali tertawa.
“Saya sudah katakan ini selama 500 ribu kali. Apapun yang bisa saya lakukan untuk membantu Maradona, saya akan lakukan. Saya sudah muncul di program televisinya, datang di (pertandingan) perpisahannya, mengadakan even untuk mendukungnya. (Intinya) saya mengagumi Maradona,” Pele menegaskan.
Pele kemudian berbicara mengenai final Copa Libertadores yang akan dijalani mantan klubnya, Santos, melawan Penarol. Ini adalah ulangan final 1962, dimana Pele melewatkan dua leg partai puncak tersebut.
Namun ia masih berkesempatan tampil pada partai tersebut di tempat netral, setelah dalam dua leg kedua tim masih tetap bermain imbang. Ia berhasil mencetak dua gol dari kemenangan Santos 3-0, sekaligus merebut trofi tersebut untuk pertama kalinya.
“Saya sangat gugup,” ujarnya mengenang partai tersebut. “Tidak hanya saat di tempat latihan, beberapa jam sebelum final 1962, saya juga sangat gugup. Namun saat itu, saya masih lebih tenang (dibandingkan menantikan final sekarang).”
Meski mengakui bahwa Santos akan mengalami tekanan, namun Pele yakin klub raksasa Brasil tersebut akan muncul sebagai pemenang.
“Ini akan menjadi laga sulit, Penarol adalah tim tangguh, tetapi saya yakin Santos lebih siap menang,” tandas Pele.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar