Selasa, 31 Januari 2012

Maskot Dihina, Bonek Tuntut Permintaan Maaf Kaimu

Surabaya - Permintaan maaf yang disampaikan asisten pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid tak membuat Bonek puas. Mereka pun menuntut permintaan maaf langsung dari Cornelius Kaimu.

Persiba Bantul sukses mengandaskan Persebaya berkat kemenangan tipis 1-0 dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Tambaksari, Surabaya, Sabtu, (28/1/2012).

Gol kemenangan Persiba di laga ini tercipta pada menit ke-84 melalui Cornelius Kaimu setelah menyambar bola pantulan hasil tendangan Slamet Nur Cahyo.

Kaimu merayakan golnya tersebut dengan kontroversial. Dia berlari ke pinggir lapangan dan menggigit boneka buaya yang menjadi maskot Persebaya di depan ribuan Bonek (julukan bagi pendukung Persebaya). Kaimu sendiri akhirnya dihadiahi kartu kuning atas aksinya itu.

Sontak tindakan provokatif Kaimu itu langsung mendapatkan kecaman dari Bonek. Kendati sang asisten pelatih Persiba, Sajuri Syahid, telah meminta maaf, namun para Bonek masih belum puas. Mereka menuntut permintaan maaf langsung dari Kaimu.

"Masalah Kaimu kemarin memendam amarah suporter. Semua tahu buaya adalah ikon Surabaya dan Persebaya," tutur sekretaris Yayasan Suporter Surabaya, Sinyo Devara.

"Kami tidak ada masalah dengan kawan-kawan Paserbumi dan tim Persiba. Kami cuma meminta Kaimu meminta maaf secara pribadi," imbuh Sinyo.

Pernyataan Sinyo diamini oleh rekannya dari Bonita (Bonek Wanita). "Digigitnya Bajul Ijo sebagai ikon Bonek dan Persebaya, membuat kami tersinggung. Kami mengutuk keras tindakan Kaimu. Sebagai pemain, dia bisa dikatakan memprovakasi kami," kata Siti Nasyi'ah yang juga pentolan Asosiasi Bonek Persebaya (ABP) ini.

Selain menuntut Kaimu meminta maaf secara pribadi ke Bonek dan Persebaya, Ita dan Sinyo juga meminta Komdis PSSI turun tangan menangani masalah ini.

"Kalau di Liga Inggris atau Italia, Kaimu pasti kena sanksi. Apalagi ini era professional football. Kalau PSSI profesional, wajib sanksi Kaimu," tegas Sinyo. "Kami menuntut keras agar Kaimu diberi sanksi keras oleh PSSI," timpal Ita. (beritajatim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar