Surabaya - Permintaan maaf yang disampaikan asisten pelatih
Persiba Bantul Sajuri Syahid tak membuat Bonek puas. Mereka pun menuntut
permintaan maaf langsung dari Cornelius Kaimu.
Persiba
Bantul sukses mengandaskan Persebaya berkat kemenangan tipis 1-0 dalam
pertandingan yang dihelat di Stadion Tambaksari, Surabaya, Sabtu,
(28/1/2012).
Gol kemenangan Persiba di laga ini tercipta pada
menit ke-84 melalui Cornelius Kaimu setelah menyambar bola pantulan
hasil tendangan Slamet Nur Cahyo.
Kaimu merayakan golnya tersebut
dengan kontroversial. Dia berlari ke pinggir lapangan dan menggigit
boneka buaya yang menjadi maskot Persebaya di depan ribuan Bonek
(julukan bagi pendukung Persebaya). Kaimu sendiri akhirnya dihadiahi
kartu kuning atas aksinya itu.
Sontak tindakan provokatif Kaimu
itu langsung mendapatkan kecaman dari Bonek. Kendati sang asisten
pelatih Persiba, Sajuri Syahid, telah meminta maaf, namun para Bonek
masih belum puas. Mereka menuntut permintaan maaf langsung dari Kaimu.
"Masalah
Kaimu kemarin memendam amarah suporter. Semua tahu buaya adalah ikon
Surabaya dan Persebaya," tutur sekretaris Yayasan Suporter Surabaya,
Sinyo Devara.
"Kami tidak ada masalah dengan kawan-kawan
Paserbumi dan tim Persiba. Kami cuma meminta Kaimu meminta maaf secara
pribadi," imbuh Sinyo.
Pernyataan Sinyo diamini oleh rekannya
dari Bonita (Bonek Wanita). "Digigitnya Bajul Ijo sebagai ikon Bonek dan
Persebaya, membuat kami tersinggung. Kami mengutuk keras tindakan
Kaimu. Sebagai pemain, dia bisa dikatakan memprovakasi kami," kata Siti
Nasyi'ah yang juga pentolan Asosiasi Bonek Persebaya (ABP) ini.
Selain
menuntut Kaimu meminta maaf secara pribadi ke Bonek dan Persebaya, Ita
dan Sinyo juga meminta Komdis PSSI turun tangan menangani masalah ini.
"Kalau di Liga Inggris atau Italia, Kaimu pasti kena sanksi. Apalagi ini era professional football.
Kalau PSSI profesional, wajib sanksi Kaimu," tegas Sinyo. "Kami
menuntut keras agar Kaimu diberi sanksi keras oleh PSSI," timpal Ita.
(beritajatim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar