Mojokerto - Meski sudah ada keputusan pemerintah bahwa
Pemerintah Daerah tidak boleh memberikan sokongan finansial pada klub
sepakbola, dukungan dari pemerintah setempat tetap diharapkan masyarakat
daerah tersebut.
MP Mania (supporter PS Mojokerto
Putra) meneriakan yel-yel hujatan kepada Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal
Pasa saat laga lanjutan Divisi Utama PT Liga Indonesia antara PS
Mojokerto Putra melawan Barito Putra di Stadion Gajah Mada, Mojosari,
Minggu (29/01/2011) sore kemarin.
Hal itu dipicu karena mereka
menilai orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut tak sedikitpun
memberikan dukungan terhadap tim kesayanggan masyarakat Kabupaten
Mojokerto tersebut. Bahkan, kekalahan yang terjadi pada laga sore tadi
juga disebabkan karena sang Bupati.
Hujatan tersebut diserukan
layaknya yel kebanggaan. Mereka terus menyebut nama sang Bupati dengan
menambahi kata-kata kotor di belakang nama bupati. Ini dilakukan
suporter sebagai bentuk protes tidak adanya dukungan yang diberikan MKP
(sapaan khas Bupati Mojokerto, red) kepada PS Mojokerto Putra dalam laga
Divisi Utama PT Liga Indonesia tahun 2012 ini.
''Bupati suruh
turun, liat sendiri kondisi para pemain sekarang. Masak, pemain
berangkat dan pulang bawa motor sendiri. Mereka digaji setiap kali
bertanding Rp 100 ribu per pemain usai laga, tanpa bonus apapun,''
ungkap salah satu koordinator MP Mania, Imam Leak, tadi malam.
Ia
dan MP mania lainnya menyayangkan atas ketidakpedulian Bupati Mojokerto
terhadap tim kesebelasan Kabupaten Mojokerto tersebut. Hal tersebut,
masih kata Imam berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Bupati
Pamekasan, Kholilurrahman.
''Lihat yang kemarin, Bupati Pamekasan
jauh-jauh datang kesini untuk memberikan dukungan terhadap tim
kebanggaan masyarakat Kabupaten Pamekasan. Ini berbeda dengan apa yang
dilakukan bupati kita, kita MP mania mengaku kecewa,'' katanya.
Kekecewaan
para MP mania tak hanya berujung disitu saja, mereka juga menilai
kepemimpinan panitia pelaksana (panpel) yang baru dibentuk dua hari
menjelang laga, tak peduli dengan keberadaan mereka. Panpel sedikitpun
tak melibatkan keberadaan MP mania yang selalu mendukung PS Mojokerto
Putra.
''Panpel yang sekarang, tidak pernah menganggap kami ada.
Jangankan kami, Ketua MP mania saja tidak dilibatkan setiap acara. Kalau
dibiarkan terus menerus seperti, tanpa adanya dukungan dari Bupati,
mending PS Mojokerto Putra dibubarkan saja,'' jelasnya.
Meski
mengaku kecewa dengan kepemimpinan Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa
namun MP mania belum berniat untuk menggelar aksi menuntut kepedulian
sang bupati. Pihaknya mengaku masih melakukan sejumlah koordinasi
terkait hal itu.
Pada laga lanjutan Divisi Utama PT Liga
Indonesia antara PS Mojokerto Putra melawan Barito Putra di Stadion
Gajah Mada, Mojosari, Minggu (29/01/2011) sore, MP mania meninggalkan
bangku kelas ekonomi setelah mengetahui tim kesayangannya berhasil
ditekuk 2 : 3 atas tim tamunya, Barito Putra.[beritajatim]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar