Sabtu, 30 Juni 2012

Spanyol vs Italia: Menuntaskan Hasil Seri 1-1 pada 10 Juni Lalu

Kiev - Final Piala Eropa 2012 mempertemukan dua tim yang sudah saling jajal di babak grup. Setelah laga 10 Juni itu berakhir sama kuat, kali ini akan ada di antara mereka yang lebih baik.

Spanyol dan Italia meniti jalan yang kurang lebih sama di Polandia-Ukraina. Setelah berduel 1-1 di laga pembuka mereka, kedua tim kemudian sampai di titik yang sama: final, pada 1 Juli besok di Kiev.

Sang juara bertahan punya langkah yang sedikit lebih mentereng, karena selalu menang di empat partai berikutnya. Mereka menghempaskan Republik Irlandia, Kroasia, Prancis, dan Portugal di semifinal lewat adu penalti.

Adapun Italia, setelah seri juga di laga keduanya melawan Kroasia, mereka kemudian berturut-turut mengalahkan Irlandia, Inggris (adu penalti), dan tim favorit Jerman di babak empat besar.

Dalam tiga pertemuan terakhir Spanyol-Italia, skor mereka masih imbang. Sebelum 10 Juni kemarin, Italia menang 2-1 di laga persahabatan di Bari pada 10 Agustus 2011. Empat tahun lalu, di babak perempatfinal EURO 2008, Spanyol mengalahkan rivalnya itu lewat adu penalti.

Di Piala Eropa sebelumnya itu, drama tos-tosan harus dilakukan setelah mereka bermain 0-0 selama 120 menit. Dari lima algojo Spanyol, hanya Daniel Guiza yang gagal. Dari kubu Italia, hanya Fabio Grosso dan Mauro Camoranesi yang bisa menaklukkan Iker Casillas. Daniele de Rossi gagal, begitu pula algojo keempat mereka, Antonio di Natale. Skor akhir 4-2. Tapi Di Natale "membayar" kegagalan itu dengan menjebol gawang Casillas di Gdansk 20 hari lalu pada menit 61, sebelum dibalas Cesc Fabregas tiga menit kemudian.

Secara keseluruhan, duel "Matador" versus Gli Azzurri memang ketat. Mereka sudah berjumpa 26 kali: Italia menang delapan kali, Spanyol tujuh kali. Sisanya, 11 kali, berakhir sama kuat.

Khusus di turnamen besar, Italia masih unggul dengan skor 3-1 dalam enam pertandingan di Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Di babak perempatfinal Piala Dunia 1934, setelah bermain 1-1, Italia menang 1-0 di replay di Florence pada 1 Juni.

Mereka baru bertemu lagi di babak grup Piala Eropa 1980, pada 12 Juni di Milan. Skor akhir 0-0. Spanyol jadi juru kunci di grupnya, Italia finish nomor empat.

Delapan tahun kemudian, di EURO 1988, kedua tim besar itu kembali berjumpa di fase grup. Italia menang 1-0 via gol tunggal Gianluca Vialli di Frankfurt, Jerman, pada 14 Juni. Sekali lagi, Spanyol terhenti di grup, Italia menembus semifinal sebelum dihentikan Uni Soviet.

Di Piala Dunia 1994 Dino Baggio dan Roberto Baggio mencetak gol kemenangan Italia atas Spanyol di babak perempatfinal di Boston pada 9 Juli. Spanyol hanya membalas satu kali melalui gol Jose Luis Caminero. Di turnamen itu Italia menjadi runner-up setelah kalah adu penalti dari Brasil di final.

Spanyol baru bisa mengalahkan Italia di turnamen besar di perempatfinal Piala Eropa 2008 – lalu mereka bermain 1-1 di babak grup Piala Eropa 2012.

Siapa kali ini yang akan menang dan merebut trofi Henri Delaunay?

Rekor pertemuan di turnamen besar:

31 Mei 1934, Piala Dunia, Italia 1 Spanyol 1, Florence
1 Juni 1934, Piala Dunia, Italia 1 Spanyol 0, Florence
12 Juni 1980, Piala Eropa, Italia 0 Spanyol 0, Milan
14 Juni 1988, Piala Eropa, Italia 1 Spanyol 0, Frankfurt
9 Juli 1994, Piala Dunia, Italia 2 Spanyol 1, Boston
22 Juni 2008, Piala Eropa, Spanyol 0 Italia 0 (Spanyol menang adu penalti 4-2), Wina
»»  Baca selengkapnya...

Casillas-Buffon Adu Ketangguhan Lagi

Kiev - Iker Casillas boleh jadi adalah kiper terbaik di Piala Eropa kali ini. Namun, baginya kiper Italia Gianluigi Buffon yang akan jadi lawan Spanyol di partai final nanti tetap harus direspek berkat kehebatannya.

Casillas dari lima partai yang dilalui baru kebobolan satu gol, yakni di laga perdana melawan Italia yang berakhir 1-1. Setelahnya gawang Santo Iker selalu bersih dari gol dan penampilannya di bawah mistar membuat para pemain Spanyol lainnya lebih tenang.

Sepanjang keikusertaannya di Piala Eropa Casillas sudah mencatatkan delapan kali clean sheet atau berselisih satu partai dari Edwin van der Sar yang masih memegang rekor tak kebobolan paling banyak.

Catatan itu bisa disempurnakan oleh Casillas di Olympic Stadion Kiev andaikan gawangnya tak kebobolan sekaligus membawa La Furia Roja berjaya. Dengan kualitas skuad Spanyol yang dimiliki, hal itu tak mushatil untuk dilakukan.

Tapi Italia juga kiper tangguh di belakang barisan pertahanan mereka, dia adalah Buffon. Tak harus dibeberkan lagi siapa itu Buffon karena semua orang tahu kemampuan kelas satu yang dimiliki kiper 34 tahun itu.

Maka laga final nanti akan jadi pertaruhan dua kiper yang disebut-sebut masih yang terbaik di dunia, antara Casillas dan Buffon. Kebetulan juga keduanya adalah kapten tim masing-masing.

Meski dalam beberapa tahun terakhir performa Casillas lebih stabil, tapi kiper Real Madrid itu tak segan memuji kehebatan Buffon yang dinilainya sebagai kunci utama laju gemilang Azzurri di Polandia-Ukraina, meskipun kiper Juventus itu sudah kebobolan tiga gol.

"Saya sangat menggagumi dan menghormati Buffon," tegas Casillas kepada Onda Madrid.

"Dia adalah kiper yang luar biasa dan tetap salah satu yang terbaik di umurnya yang sudah 34 tahun. Untuk seorang kiper yang lebih mudah, dia (Buffon) bisa dijadikan panutan, dia memacu kami dan membuat kami ingin seperti dia. Kami punya hubungan yang bagus dan setiap kami bertemu itu adalah sebuah kebanggaan," sambungnya.

Lebih lanjut Casillas mewanti-wanti timnya agar tak meremehkan Italia yang sudah tampil bagus di turnamen kali ini. Terlebih mereka bisa ke final usai menyingkirkan favorit utama Jerman.

"Pada akhirnya kami bertemu tim yang kami hadapi di partai pembuka. Lawan siapa saja tidak masalah bagi saya karena Jerman seperti Italia juga tampil sangat bagus, dengan gaya mereka masing-masing. Italia adalah lawan berbahaya yang bisa menyulitkan kami," pungkasnya.


»»  Baca selengkapnya...

Jumat, 29 Juni 2012

'Spanyol Siap Ukir Sejarah'

Kiev - Spanyol tinggal berjarak selangkah lagi dari juara Eropa 2012. Andres Iniesta bersikukuh bahwa El Matador timnya siap merebut trofi juara sekaligus mengukir sejarah.

Spanyol akan berhadapan dengan Italia dalam laga puncak yang akan digelar di Olympic Stadium, Kiev pada Senin (2/7/2012) dinihari WIB.

Apabila skuad arahan Vicente del Bosque ini tampil sebagai pemenang maka mereka akan menjadi tim pertama dalam sejarah yang mampu meraih tiga trofi turnamen besar secara beruntun.

Namun, ketiadaan David Villa cukup membuat perbedaan besar di kubu La Furia Roja. Dengan materi yang ada sekarang, mereka harus memainkan stretegi yang berbeda, yang tidak jarang dikritik membosankan.

Salah satu pemain kunci Spanyol, Iniesta menyerukan supaya rekan-rekannya mengerahkan segala kemampuan demi trofi juara dan tinta emas dalam buku sejarah.

"Kami sangat senang bisa tampil di final sekali lagi," sahut pemain Barcelona itu seperti diwartakan The Sun. "Kami siap untuk mengukir sejarah."

"Kami hanya butuh sebuah dorongan akhir," tukas Iniesta.

Del Bosque sendiri juga akan menorehkan namanya dalam lembar sejarah jika sanggup membawa Spanyol juara. Pria berusia 73 tahun ini akan jadi pelatih pertama yang berhasil merebut trofi Liga Champions, Piala Dunia dan Piala Eropa.
»»  Baca selengkapnya...

Del Bosque dan Sejarah Baru Pelatih Dunia

Vincente Del Bosque bisa mengukir sejarah baru yang sebelumnya tak pernah dituliskan pelatih mana pun di seluruh dunia. Itu akan dia lakukan asal mengantar Spanyol jadi juara Euro 2012.

Catatan hebat yang berpeluang dibuat Del Bosque adalah status sebagai pelatih pertama yang berhasil merebut trofi Liga Champions, Piala Dunia dan Piala Eropa. Demikian diberitakan AFP.

Sukses Del Bosque di level klub dia raih bersama Real Madrid. Dalam selang 1999 sampai 2003 dia bahkan mempersembahkan dua trofi Liga Champions buat El Real, di mana dalam periode tersebut dia juga memberi timnya dua gelar La Liga Primera.

Sementara titel Piala Dunia dia persembahkan buat timnas Spanyol dua tahun lalu. Di Afrika Selatan, La Furia Roja merebut titel juara dunianya untuk kali pertama setelah mengalahkan Belanda di final dengan skor tipis 1-0.

Senin (2/7/2012) dinihari WIB mendatang, pria 61 tahun asal Spanyol itu akan punya kesempatan untuk mengantar Spanyol mempertahankan gelar Piala Eropa. Melaju ke final usai menundukan Portugal lewat adu penalti, Iker Casillas cs akan menghadapi Italia.

Jika berhasil mengantar Spanyol mengangkat trofi juara, Del Bosque bukan cuma akan jadi pelatih pertama yang meraih trofi Liga Champions, Piala Dunia dan Piala Eropa. Dia juga akan menyamai prestasi milik pelatih Jerman Barat, Helmut Schoen.

Schoen adalah satu-satunya pelatih yang berhasil mengantar timnya menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia, yang dia lakukan di tahun Euro 1972 dan Piala Dunia 1974.
»»  Baca selengkapnya...

Balotelli: Mereka Akan Cemburu Melihat Otot Tubuhku

Warsawa - Mario Balotelli jelas tahu kalau selebrasi melepas jersey yang dia lakukan akan berbuntut datangnya kartu kuning. Kalau dia kemudian tetap melakukannya, 'Super Mario' punya alasan sendiri.

Balotelli melesakkan dua gol saat Italia menghadapi Jerman di semifinal Piala Eropa 2012. Sepasang gol tersebut sekaligus mengantar Gli Azzurri menang 2-1 dan lolos ke final untuk menghadapi Spanyol.

Yang jadi perbincangan dari aksi Balotelli dinihari tadi adalah gol keduanya. Menerima umpan panjang dari Riccardo Montolivo, ia kemudian harus berduel dengan Holger Badstuber. Saat masih berada di luar kotak penalti, striker Manchester City itu melepaskan tendangan bertenaga ke sisi kiri gawang Jerman. Manuel Nuer tak bereaksi, dia hanya bisa memandangi arah bola yang merobek gawangnya.

Di gol kedua inilah cerita dimulai. Berbeda dengan selebrasi pertama dimana ia lari menuju Cassano yang memberinya umpan ciamik, di gol kedua ia hanya melakukan selebrasi dengan berdiri, membuka baju, lalu memamerkan otot-otot ditubuhnya. Stephane Lannoy, wasit asal Prancis yang memimpin jalannya pertandingan, langsung memberinya kartu kuning.

"(Gol) itu hasil umpan fantastis yang hanya mampu dilakukan Antonio Cassano, meski Riccardo Montolivo juga memberikan umpan yang brilian. Apakah aku merayakannya? Tentu saja," ujar Balotelli seperti dilansir Football Italia.

"Mereka (Montolivo dan Cassano) tidak akan marah karena aku mendapat kartu kuning setelah aku melakukan selebrasi dengan membuka baju. Tapi, mereka pasti akan cemburu melihat tubuhku," ujarnya penuh canda.

Dua gol Balotelli yang dicetaknya ke gawang Jerman membuahkan rekor bagi dirinya. Ia menjadi pemain Italia pertama yang bisa mencetak gol di semifinal Piala Eropa sekaligus sebagai pemain Italia pertama yang mampu membuat tiga gol dalam sebuah turnamen Euro. Bahkan, Balotelli kini berpeluang menjadi topskor mengingat kandidat kuat lain telah tersingkir.
»»  Baca selengkapnya...

Memang Selalu Balotelli

Kiev - Sosok Mario Balotelli memang tak pernah lepas dari sorotan. Saat memperkuat Manchester City, pemain berjuluk 'Super Mario' itu pun sampai harus bertanya: Why always me?

Sejumlah aksi kontroversial pernah diperbuat Balotelli saat di luar lapangan. Mulai dari kasus bermain kembang api di dalam rumah, hingga membagi-bagikan uang dengan menjadi Sinterklas di hari Natal.

Pun begitu, performanya di atas lapangan juga patut untuk mendapatkan pujian. Balotelli kerap mendapatkan sanjungan karena menjadi penentu kemenangan tim.

Contoh performa gemilang paling anyar dari Balotelli terjadi dalam laga semifinal Piala Eropa saat Italia melawan Jerman di National Stadium, Warsawa, Jumat (29/6/2012) dinihari WIB. Ia mengemas dua gol yang mangantarkan Gli Azzurri ke laga final usai memetik kemenangan tipis 2-1.

Gol pertama dikemas Balotelli melalui sundulan kepala, sementara satu lagi lewat tendangan akurat kaki kanan yang bersarang di pojok kiri gawang Die Mannschaft yang dikawal oleh Manuel Neuer.

Sumbangan dua gol pemain 21 tahun itu seakan menjadi tebusan di pertandingan sebelumnya saat Italia melawan Inggris. Sebabnya, ia tak bermain maksimal setelah membuang banyak peluang mencetak gol.

Atas penampilan ciamiknya itu, Balotelli menegaskan diri sebagai striker Italia paling tajam di Polandia-Ukraina dengan tiga gol yang sudah dia bikin.

Menengok pada selebarasi gol Balotelli laga derby Manchester antara Manchester City dan Manchester United di bulan Oktober tahun lalu, dia membuka jersey untuk menujukkan tulisan 'Why always me?'.

Atas pertanyaan itu, inilah jawaban dari pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli.

"Balotelli sangat bagus seperti tim secara keseluruhan. Saya benar-benar membutuhkan tim yang mempunyai ide, dan Balotelli selalu memiliki itu," jelas Prandelli di situs resmi UEFA.

"Dia selalu ada, terus berlari di lapangan dan melaksanakan tugas dengan baik. Dia ada dalam pertandingan, dia sangat fokus, berkonsentrasi, dan melakukan seperti apa yang saya perintahkan kepadanya.

"Saya memilihnya karena saya melihat dia berjuang dan tidak mau mengambil resiko padanya. Saya bangga dengan pemain ini -- Saya tidak ingin semua ini menjadi tentang diri saya," tandasnya.
»»  Baca selengkapnya...

Rabu, 27 Juni 2012

Jerman Kantongi Kelemahan Italia

Gdansk - Jelang duel kontra Italia di semifinal Piala Eropa 2012, kubu Jerman mengaku sudah mengetahui kelemahan calon lawan mereka. Mereka juga sudah siap menghadapi formasi apapun yang dimainkan Gli Azzurri.

Begitulah pengakuan yang muncul dari penyerang Jerman, Miroslav Klose. Klose menegaskan timnya sudah tahu di mana titik lemah Andrea Pirlo dkk. dan siap mengeksploitasinya dalam laga di Stadion Nasional, Warsawa, Kamis (28/6/2012) besok.

"Saya pikir kami tahu di mana kelemahan Italia dan kami akan mencoba untuk memanfaatkannya sebagai keuntungan buat kami," ungkap Klose di situs resmi UEFA."Ya, Italia memaksa Inggris bertahan, namun hal itu tak akan terjadi saat melawan kami. Kami akan bermain dengan taktik yang berbeda dibandingkan Inggris," tambah pemain Lazio ini.

Selama Piala Eropa 2012, pelatih Italia Cesare Prandelli memakai dua formasi. Kalau di awal turnamen Prandelli memakai 3-5-2, di dua laga terakhir dia menggunakan 4-3-1-2.

"Kami sudah berlatih untuk menghadapi dua formasi itu. Kami sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi keduanya dalam hal bagaimana gelandang, penyerang, dan pemain sayap harus bermain," aku Klose.

"Kami harus melihat formasi mana yang mereka pilih, namun saya tidak berpikir mereka bisa mengejutkan kami," tandasnya.
»»  Baca selengkapnya...

Selasa, 26 Juni 2012

Faktor Ronaldo untuk Patahkan Dominasi Spanyol

Spanyol mendominasi terkait rekor pertemuannya dengan Portugal. Tapi fakto Cristiano Ronaldo bisa mengubah segalanya saat kedua tim berhadapan di semifinal Piala Eropa 2012.

Berikut data dan fakta Spanyol vs Portugal seperti dikutip dari Eurosport:

* Spanyol sudah 34 kali berhadapan dengan Portugal, itu menjadikan Portugal sebagai tim yang paling sering dihadapi La Furia Roja. Dari seluruh pertemuan tersebut, 16 di antaranya berhasil dimenangi Spanyol, sementara enam lainnya jadi milik Portugal.

* Meski sering bertemu, laga di semifinal Piala Eropa 2012 adalah pertemuan ketiga keduanya di luar Semenanjung Iberian.

* Laga terakhir antara keduanya terjadi pada November 2010 di Lisbon. Saat itu Spanyol kalah telak dengan skor 0-4, yang sekaligus menjadi kekalahan terbesar Spanyol sejak 1963.

* Spanyol cuma memetik satu kemenangan dari 12 pertandingan terakhir menghadapi Portugal.

* Dari 16 kemenangan Spanyol atas Portugal, 14 di antaranya terjadi sebelum tahun 1960.

* Di turnamen besar (Piala Eropa dan Piala Dunia), Spanyol dan Portugal sudah tiga kali berhadapan. Sejauh ini rekor keduanya sama kuat yakni sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah.

* Dalam tiga pertemuan tersebut, total cuma empat gol berhasil tercipta.

* Buat Spanyol, ini adalah semifinal Piala Eropa mereka yang keempat, setelah sebelumnya di tahun 1984, 2000 dan 2004. Dari seluruh kesempatan tersebut cuma sekali mereka lolos ke final yakni di 2004.

* Di bawah Vincente Del Bosque, Spanyol memetik 31 kemenangan dari 34 laga kompetitif yang dijalani.

* Di delapan pertandingan fase knock out turnamen mayor terakhirnya, Spanyol selalu berhasil mencatatkan clean sheet.

* Baru satu gol bersarang di gawang Spanyol sejauh ini. Itu merupakan jumlah paling sedikit di antara tim-tim lain.

* Lima dari delapan gol Spanyol tercipta di 30 menit akhir pertandingan..

* Portugal adalah tim yang paling banyak mengenai mistar/tiang gawang (enam kali), hal mana menjadikan mereka tim yang paling sering melakukannya. Bahkan sejak tahun 1980 belum ada tim yang punya statistik seperti itu.

* Dari enam tembakan Portugal yang terkena mistar/tiang, empat di antara adalah hasil tendangan Ronaldo.

* Cristiano Ronaldo total sudah membuat enam gol di seluruh putaran final Piala Eropa. Cuma Michel Platini (sembilan gol) dan Alan Shearer (tujuh) punya gol lebih banyak di kompetisi ini.

* Ronaldo adalah pemain pertama yang melepaskan hingga 30 tembakan dalam satu pertandingan Piala Eropa.

* Spanyol menuntaskan 2623 operan di seluruh pertandingan Piala Eropa 2012 ini. Jumlah tersebut dua kali lebih banyak dibanding apa yang dimiliki Portugal (1159).
»»  Baca selengkapnya...

Casillas dalam Ancaman Ronaldo

Gdansk - Dengan torehan tiga gol di Piala Eropa, Cristiano Ronaldo dinilai belum mencapai performa terbaiknya. Pun begitu, Iker Casillas tetap mewaspadai ancaman rekannya di Real Madrid itu.

Banyak dikritik di dua pertandingan pertama Portugal, Ronaldo tampil sangat baik di dua laga terakhir. Dalam laga kontra Belanda dan Republik Ceko, bintang Real Madrid itu total melesakkan tiga gol.

Meski mulai menunjukkan ketajamannya, Casillas menilai Ronaldo belum sampai pada performa terbaik. Puncak penampilan CR7 adalah saat dia berseragam putih milik El Real di mana musim lalu berhasil melesakkan 60 gol di semua kompetisi.

Meski begitu, Casillas sangat mewaspadai ancaman yang mungkin dihadirkan rekannya di Madrid itu.

"Musimnya di Real Madrid sungguh luar biasa, dalam hal caranya bermain, gol dan rekornya," jelas Casillas seperti dilansir Reuters. "Saya tidak berpikir bahwa sekarang berada dalam level terbaiknya," tambahnya.

Meski bola resmi Euro 2012 yang dinamai Tango 12 jauh lebih 'jinak' dibanding Jabulani (bola Piala Dunia 2010), Casillas tetap menganggap kalau si kulit bundar bikinan Adidas itu bisa menipunya. Apalagi kalau itu dilakukan oleh Ronaldo.

"Bola melakukan hal-hal yang aneh. Tidak sangat ekstrim (seperti Jabulani), namun jika Anda menendangnya dengan keras, maka itu akan membelok ke arah yang menipu. Saya harus tetap berhati-hati," jelas kiper berusia 31 tahun itu.

Spanyol akan berhadapan dengan Portugal di babak semifinal Piala Eropa. Laga antara dua negara tetangga itu akan berlangsung di Donbass Arena, Donestk, Kamis (28/6/2012) dinihari WIB besok lusa.
»»  Baca selengkapnya...

Selasa, 12 Juni 2012

Italia Tak Punya Pilihan Selain Menang

Setelah bermain imbang dengan Spanyol, tak ada pilihan lain buat Italia untuk memetik kemenangan di pertandingan kedua. Karenanya, laga menghadapi Kroasia bisa jadi penentu langkah berikutnya Gli Azzurri.

Italia memetik hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Spanyol di Municinipal Stadium, pada laga pertamanya di Piala Eropa 2012. Beberapa jam setelahnya, Kroasia tampil gemilang dengan menggasak Republik Irlandia dengan skor 3-1.

Dengan hasil itu, Luka Modric dkk. kini berada di posisi yang lebih menguntungkan menatap laga melawan Italia yang akan dihelat, Kamis (14/6/2012) malam WIB. Tim besutan Slaven Bilic itu tinggal butuh satu kemenangan lagi untuk mengamankan satu tiket ke babak delapan besar.

Prandelli yang sadar akan hal itu, lantas menyatakan bakal melakukan semua hal agar bisa meraih kemenangan untuk tetap menghidupkan asa Italia melaju ke babak perempatfinal. Oleh sebab itu, pelatih yang pernah menukangi Parma dan Fiorentina itu akan melakuakn segala upaya untuk bisa mengamankan tiga angka.

"Pertandingan melawan Kroasia akan menjadi yang paling menetukan dalam grup. Sekarang kami akan mempelajari itu, kami akan berusaha mengenali mereka, namun mereka mengubah banyak hal pada pertandingan terakhir mereka," jelas Prandelli seperti dikutip Football Italia.

"Kroasia adalah tim yang sangat berbahaya saat ini karena mereka tidak terprediksi. Mereka bisa mengubah permainan mereka, bahkan dari satu babak ke babak yang lain. Kami selalu berpikir bahwa Kroasia adalah ancaman yang nyata."

"Ini akan menjadi laga yang terperinci, sebuah pertandingan yang harus kami menangkan dengan semua upaya," tandasnya.
»»  Baca selengkapnya...

Soal Rumput, Spanyol Akan Ajukan Protes Resmi ke UEFA

Gdansk - Buruknya kualitas rumput lapangan benar-benar membuat Spanyol kecewa. La Furia Roja bakal mengajukan protes resmi ke UEFA terkait masalah tersebut.

Protes pertama Spanyol terhadap kondisi rumput di PGE Arena, Gdansk, terlontar saat mereka menjalani sesi latihan pertama di sana pada Sabtu akhir pekan kemarin. Ketika itu pihak La Furia Roja meminta supaya rumput disiram karena terlalu kering.

Usai bermain imbang 1-1 kontra Italia, beberapa pemain Spanyol kembali melontarkan protes serupa. Xavi Hernandes, Andres Iniesta dan Cesc Fabregas mempermasalahkan kondisi rumput. Terkait terkait kondisi rumput lapangan di PGE Arena itu, Spanyol akan melakukan protes resmi pada UEFA.

"Lapangannya sangat kering. Itu butuh diberi air untuk memenuhi (syarat) lapangan yang sering dikatakan UEFA. Mungkin orang-orang tak menyadari kalau rumput seperti itu mengganggu," sahut Xavi seperti dikutip dari Marca.

"Itu mempengaruhi kontrol, passing dan saat menggiring bola. Kami memprotes bukan karena (lapangan) itu mempengaruhi kami, itu mempengaruhi tontonan. Bukan untuk kami, tapi orang-orang ingin menyaksikan pertandingan bagus padahal tak banyak yang bisa dilihat dari lapangan seperti itu," lanjut gelandang milik Barcelona itu.
»»  Baca selengkapnya...

Lahm Nantikan Duel dengan Robben


Kharkiv - Kapten Jerman, Philipp Lahm, mengaku dirinya menantikan untuk berduel dengan Arjen Robben, saat Jerman menghadapi Belanda di laga penyisihan Grup B Piala Eropa 2012.

Kedua pemain Bayern Munich itu akan saling berhadapan dalam pertandingan yang akan dipentaskan di Metalist Stadium, Kamis (14/6/2012) dinihari WIB.

Robben akan menjadi andalan 'Si Oranye' dalam misi merebut poin penuh usai menelan kekalahan mengejutkan dari Denmark 0-1 di laga pembuka.

Di sisi lain, Lahm akan membendung serangan Robben cs dengan mengawal barisan belakang Der Panzer. Di laga ini, Jerman juga membidik kemenangan guna mengamankan satu tempat di babak knock out.

"Aku menantikan duel itu," sahut bek sayap sekaligus kapten Jerman ini kepada Sportbild yang dilansir Soccerway.

"Sebagai seorang pemain Anda selalu ingin melawan yang terbaik dan Arjen adalah salah satunya. Dia memiliki kemampuan untuk mengalahkan siapapun di kedua sayap dengan kecepatan dan dribbling-nya bahkan saat dia tahu harus menusuk ke dalam."

"Belanda tidak bisa kalah melawan kami dan di laga ini kami tidak akan jadi teman. Arjen akan sangat termotivasi melawan kami," pungkas Lahm.


»»  Baca selengkapnya...